Ternate, 29 Agustus 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan Safari Jumat di Masjid Alauddin, Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, pada Jumat, 28Agustus 2026. Kegiatan meru[akan kerjsama pengurus BKM Alauddin Kel. Ubo Ubo dan MUI Provinsi Maluku Utara.
Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Aziz, ia menyampaikan bahwa segala bentuk musibah yang menimpa manusia, baik berupa gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, maupun bencana alam lainnya, semata-mata merupakan ujian yang datang dari Allah SWT.”Setiap gempa yang berguncang, setiap tanah yang longsor, dan setiap api yang membakar bukanlah kebetulan semata. Semua itu adalah ujian dari Allah SWT bagi hamba-Nya,” tegas Ustadz Aziz di hadapan jamaah.
Ustadz Aziz mengingatkan, sikap yang paling tepat dan wajib dimiliki oleh setiap muslim saat menghadapi berbagai ujian dan musibah tersebut adalah menerima dengan ikhlas serta memperbanyak kesabaran. Dengan kesabaran dan kepasrahan kepada Allah, maka setiap kesulitan yang dihadapi akan menjadi jalan datangnya pahala yang berlipat ganda dan kemudahan di kemudian hari.
“Barangsiapa yang bersabar saat diuji, maka Allah akan memberinya pahala tanpa batas. Menerima ketetapan Allah dengan hati yang lapang adalah kunci ketenangan jiwa di tengah segala cobaan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ustadz Aziz juga menyoroti kondisi Indonesia yang secara geografis merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam. Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah khususnya di Provinsi Maluku Utara, untuk memberikan perhatian yang sangat serius terhadap hal ini.
Perhatian serius yang dimaksud, menurut Ustadz Aziz, harus diwujudkan melalui upaya mitigasi bencana yang dilakukan sejak dini, sebelum bencana itu terjadi. Jangan hanya bersikap tanggap setelah bencana menimpa, namun pencegahan dan kesiapsiagaan harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar kerugian dan korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin.
“Indonesia adalah negeri yang rawan bencana. Maka sudah sewajarnya pemerintah menjadikan ini perhatian utama — mitigasi sejak awal, persiapan sebelum terjadi, agar rakyat terlindungi dengan baik,” ujarnya