TERNATE – 19/6/2026 Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, RRI Cabang Ternate bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara menggelar dialog interaktif bertema “Ketahanan Mental dan Spiritual Menghadapi Tantangan di Era Baru”. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 16 Juni 2026, dan menghadirkan sejumlah tokoh agama, akademisi, serta pemerhati prempuan untuk berbagi pandangan, wawasan, dan solusi praktis dalam menjaga keseimbangan jiwa, iman, dan ketabahan hati di tengah arus perubahan zaman yang semakin dinamis.
Dialog spesial Muharram ini dipandu secara luwes dan dinamis oleh presenter Ikbal, yang mengarahkan alur diskusi agar berjalan mendalam, edukatif, serta mudah dipahami oleh seluruh pendengar setia RRI maupun masyarakat yang mengikuti kegiatan ini.
Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah:
Dr. Makbul Ah. Din, M.Si – Sekretaris Umum MUI Maluku Utara
Dr. Hj. Asmiyah Hi. Hukum, M.Si – Pemerhati Perempuan Maluku Utara
Dr. Soleman Saidi, M.Si – Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Maluku Utara
Drs. Basyir Ishak, M.PdI – Ketua Komisi Dakwah MUI Maluku Utara
Dalam pemaparannya, Dr. Makbul Ah. Din menegaskan bahwa bulan Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan momen strategis untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta membangun semangat hijrah—berpindah dari keadaan yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik, baik secara pribadi maupun bermasyarakat.
“Di era baru yang dibanjiri kemajuan teknologi, arus informasi yang deras, serta pergeseran nilai sosial, tantangan menjaga ketahanan mental dan spiritual semakin berat. Tanpa landasan iman yang kuat dan ketabahan hati, seseorang akan mudah goyah, cemas, atau terjerumus ke dalam hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama. Muharram mengajarkan kita tentang keteguhan, kesabaran, dan harapan—nilai yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Dr. Makbul di hadapan pendengar.
Sementara itu, Dr. Hj. Asmiyah Hi. Hukum menyoroti peran strategis perempuan sebagai tiang rumah tangga dan pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga, yang menjadi fondasi masyarakat. Menurutnya, ketahanan mental dan spiritual bukan berarti tidak pernah merasakan kesulitan, melainkan memiliki kekuatan iman untuk bangkit kembali, bersabar, dan tetap berbuat kebaikan dalam setiap situasi.
“Perempuan memegang peran besar dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan ketabahan hati kepada anak-anak dan lingkungan sekitar. Di tengah tekanan hidup masa kini, penguatan aspek rohani sangat penting agar kita tidak mudah tergoyahkan dan tetap mampu memberikan keteduhan bagi keluarga maupun orang lain,” jelasnya.
Mewakili organisasi kemasyarakatan Islam, Dr. Soleman Saidi memaparkan bahwa hijrah adalah perpindahan dari hal hal yang lama ke hal yang baru, hal yang buruk ke hal yang baik dengan penguatan spiritual harus berjalan beriringan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup. Tantangan zaman menuntut umat Islam untuk tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga cerdas, kritis, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri serta nilai keimanan.
“Kerjasama antar lembaga keagamaan dan media massa seperti RRI sangatlah penting. Melalui dialog ini, kita bisa menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan panduan agama yang relevan dengan konteks kekinian, sehingga masyarakat mendapatkan bekal yang tepat untuk menghadapi berbagai tantangan, banyak sekali masalah bangsa ini yang membutuhkan hijrah,” tambahnya.
Drs. Basyir Ishak selaku Ketua Komisi Dakwah MUI Maluku Utara mengingatkan kembali makna sejarah peristiwa Asyura yang jatuh di bulan Muharram, sebagai pelajaran tentang kesetiaan, kebenaran, dan ketabahan hati dalam membela nilai-nilai luhur agama. Ia menegaskan bahwa dakwah di era baru harus mampu menyentuh aspek kejiwaan dan kerohanian umat, agar iman menjadi benteng diri yang kokoh.
“Ketahanan spiritual adalah pelindung utama kita. Tanpa itu, mental seseorang akan mudah rapuh menghadapi ujian hidup, perpecahan, maupun godaan dunia. Melalui dialog ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mempererat hubungan dengan Allah SWT dan memperbaiki hubungan antar sesama manusia,” ungkap Drs. Basyir.
Sepanjang acara, para pembicara juga merespons berbagai pertanyaan dan tanggapan dari pendengar yang masuk melalui kanal Youtube RRI Tenrate, salah satu pertanyaan yang menyentak pembicara terakait isu moral pemimpin dan kebijakan kenaikan BBM Pertamax yang ini sungguh berdampak pada masyarakat.
Pihak RRI Cabang Ternate menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi dengan MUI Maluku Utara dalam menghadirkan acara yang penuh manfaat ini. Diharapkan, pesan-pesan kebaikan dan semangat hijrah di Tahun Baru Islam 1448 H ini dapat menjadi titik tolak perbaikan diri, perbaikan bangsa, kemajuan bersama, serta semakin kokohnya ketahanan mental dan spiritual seluruh masyarakat di Maluku Utara dan Nasional.