Khutbah Jumat: Tentang Usia Manusia

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Materi Khutbah Jumat Edisi 3 Safar 1448 H/17 Juli 2026

Oleh: Dr Muhammad Alvi Firdausi, S.Si., M.A, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat

Khutbah I

الْحَمْدُ للهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا سُبُلَ السّلام، وأفهمنا بشريعة النبي الكريم، أشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريك له، ذو الجلال والإكرام، وأشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وبارك عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اله وأصحابه والتابعين بِإِحْسانِ إِلَى يَوْمِ الدِّين

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الإخوان، أوْصَيْكُمْ وَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمُ، أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيمُ: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا) وقال تعالى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ). صَدَقَ اللَّهُ العَظِيمُ

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah,

Para fuqaha berijtihad bahwa usia manusia terbagi menjadi 4 fase. Yaitu fase shabiy atau bayi, kemudian fase athfal atau anak-anak, kemudian fase syabab atau pemuda, kemudian fase kahulah atau usia dewasa, yaitu 40 tahun, dan terakhir fase syuyukh atau tua, yaitu di atas 60 tahun.

Tujuan klasifikasi umur ini adalah agar kita menjadi semakin dewasa dalam menghadapi perjalanan hidup di dunia serta mematangkan persiapan akhirat seiring bertambahnya usia.

Betapa seringnya kita terlena dalam menghadapi perjalanan dunia. Kita selalu percaya diri, menganggap hidup di dunia masih lama dan jauh. Padahal setiap manusia memiliki jatah kontrak hidup di dunia yang pasti. Kedatangannya sangat mendadak dan tidak ada yang mengetahuinya. Hal ini termaktub di dalam Alquran surat Al-A’raf ayat 34, Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلَّ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.”

Atas dasar itu, pada kesempatan ini khatib mengajak kepada para jamaah sekalian marilah kita melakukan muhasabah berdasarkan penggalan firman Allah dalam surat Al-Ahqaf ayat 15:

حَتّٰٓى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهُ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۚ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Baca Juga :  'Kurma' bahas Ramadhan dan Keharmonisan Keluarga

“Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, ‘Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridhai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ayat ini memberikan banyak nasihat kepada kita tentang makna usia 40 tahun, di mana manusia telah memasuki fase kahulah. Pada fase ini, Allah memberikan kematangan dan puncak kedewasaan dalam hal berpikir maupun tanggung jawab.

Momentum usia 40 tahun adalah titik start bagi manusia untuk kembali ke jalan Allah serta meningkatkan keseriusan memikirkan akhirat, memperbanyak ibadah, dan memperbaiki akhlak. Muaranya, akan terbangun koneksi hablun minallah yang baik. Sebab tidak ada cara lain untuk membangun jaringan akhirat kecuali dengan peningkatan keimanan dan ketakwaan. Hal ini sebagaimana pesan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 197:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“… Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Selanjutnya, perkara yang layak kita renungkan adalah bagaimana cara membekali diri yang diridhai oleh Allah.

Tentu ibadah lahiriah tidak bisa dilakukan secara serampangan. Tetapi kita harus tahu bagaimana caranya agar ibadah yang kita lakukan dapat dipanen di akhirat kelak.

Jangan sampai kita selaku makhluk yang sempurna dengan akal, kalah dengan burung yang terbang di awan. Mereka, meskipun tidak dikaruniai akal, tahu bagaimana cara beribadah kepada Allah.

Allah berfirman di dalam surat An-Nur ayat 41:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَفْتُ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَةٌ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُوْنَ

“Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) tahu bahwa sesungguhnya kepada Allah-lah apa yang di langit dan di bumi dan burung-burung yang merentangkan sayapnya senantiasa bertasbih. Masing-masing sungguh telah mengetahui doa dan tasbihnya. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.”

Dan cara beribadah itu adalah sebagaimana termaktub di dalam surat Al-Ahqaf ayat 15:

وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَيهُ

Yaitu bahwa setiap ibadah yang kita amalkan haruslah didasarkan pada hadirnya nilai keikhlasan yang semata-mata ditujukan kepada Allah.

Ibadah tanpa ikhlas hanya akan mendatangkan riya’, ujub, takabbur, dan berbagai keburukan yang dimurkai oleh Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Di dalam kitab Tanbihul Ghafilin dikisahkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW dijumpai oleh salah seorang sahabat. Ketika itu beliau dalam keadaan menangis. Sahabat tersebut lalu bertanya tentang penyebabnya.

Baca Juga :  Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Rasulullah menjawab bahwa sesaat yang lalu Malaikat Jibril menginformasikan bahwa Allah segan mendatangkan musibah terhadap suatu kaum selama di dalamnya ada kelompok orang yang sudah beruban tetapi hatinya tetap tertambatkan untuk selalu dekat dengan Allah. Inilah yang membuat Rasulullah menangis terharu.

Di sini, kita melihat betapa Allah memberikan sebuah apresiasi yang tinggi terhadap golongan syuyukh yang selalu berupaya mendekatkan diri kepada-Nya. Karena itu, adalah sebuah tindakan yang sangat keterlaluan jika pada fase kahulah, terlebih lagi saat masuk fase syuyukh, ternyata seorang muslim masih menjalani hidup melalaikan Allah dengan melakukan sesuatu yang tidak diridhai-Nya.

Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang selalu mendapatkan hidayah dan taufik dari Allah. Dan semoga segala amal ibadah kita diridhai oleh Allah SWT. Amin.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفْعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

اقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Loading

Berita Terkait

Safari Jumat MUI Maluku Utara di Masjid Al Falah Ternate, Angkat Tema Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar
MUI Maluku Utara Gelar Safari Jumat di Masjid Al Mujahidin, Khutbah Bahas Korupsi sebagai Pemutus Silaturahmi
Safari Jumat MUI Maluku Utara, Isi Khutbah di Dua Masjid Kota Ternate
MUI Provinsi Silaturahmi dengan Kapolda Maluku Utara, Bahas Berbagai Permasalahan Sosial dan Kerjasama Pembinaan
Safari Jumat MUI Maluku Utara: Khutbah Serentak Bahas Makna Tahun Baru Muharram 1448 H di Ternate dan Sofifi
Dialog Interaktif Spesial Tahun Baru Muharram 1448 H: Perkuat Ketahanan Mental dan Spiritual di Era Baru
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1448 H.
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, MUI Maluku Utara Matangkan Agenda; Dialog di RRI dan Safari Dakwah ke Sejumlah Daerah

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 07:18 WIT

Safari Jumat MUI Maluku Utara di Masjid Al Falah Ternate, Angkat Tema Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Munkar

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:48 WIT

Khutbah Jumat: Tentang Usia Manusia

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:39 WIT

MUI Maluku Utara Gelar Safari Jumat di Masjid Al Mujahidin, Khutbah Bahas Korupsi sebagai Pemutus Silaturahmi

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:56 WIT

Safari Jumat MUI Maluku Utara, Isi Khutbah di Dua Masjid Kota Ternate

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:24 WIT

MUI Provinsi Silaturahmi dengan Kapolda Maluku Utara, Bahas Berbagai Permasalahan Sosial dan Kerjasama Pembinaan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:21 WIT

Dialog Interaktif Spesial Tahun Baru Muharram 1448 H: Perkuat Ketahanan Mental dan Spiritual di Era Baru

Senin, 15 Juni 2026 - 07:36 WIT

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1448 H.

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:09 WIT

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, MUI Maluku Utara Matangkan Agenda; Dialog di RRI dan Safari Dakwah ke Sejumlah Daerah

Berita Terbaru

Berita

Khutbah Jumat: Tentang Usia Manusia

Kamis, 16 Jul 2026 - 18:48 WIT