TERNATE – 14/6/2026 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara kembali menggelar kegiatan rutin Safari Jumat yang menyambangi sejumlah masjid di wilayah Kota Ternate, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MUI untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, menyampaikan pesan-pesan keagamaan, serta memberikan pandangan Islam terkait isu-isu terkini yang menyentuh kehidupan umat sehari-hari.
Dalam rangkaian kegiatan kali ini, tim MUI Maluku Utara di berikan amanah sebagai Khatib khutbah di tiga lokasi masjid, yaitu Masjid At Tin di Kelurahan Bastiong, Masjid Al Fatah di Kampung Makassar Barat, serta Masjid Darurrahman yang berada di Kelurahan Kota Baru.
Ekonomi Syariah, Solusi di Tengah Gejolak Ekonomi
Di Masjid Al Fatah, khutbah Jumat disampaikan langsung oleh Ustadz Muhammad Aziz, M.Pd. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema besar “Ekonomi Syariah sebagai Tawaran di Tengah Gejolak Ekonomi Kapitalis”. Ustadz Muhammad Aziz menyoroti kondisi ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat saat ini, termasuk melemahnya nilai tukar Rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang berdampak pada naiknya biaya hidup.
Menurutnya, sistem ekonomi kapitalis yang mengandalkan kebebasan pasar sepenuhnya sering kali rentan terhadap guncangan dan ketidakadilan, yang justru membebani golongan masyarakat menengah ke bawah.
“Di tengah gejolak ekonomi yang kita rasakan sekarang, di mana nilai Rupiah melemah dan harga kebutuhan serta energi terus naik, ekonomi syariah hadir bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai solusi yang adil. Prinsip keadilan, larangan riba, pembagian risiko, dan pelarangan spekulasi adalah nilai yang dapat menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi hak-hak setiap orang,” ujar Ustadz Muhammad Aziz di hadapan jamaah.
Ia mengajak masyarakat untuk mulai memahami dan menerapkan prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas jual beli dan usaha, guna menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan.
Urgensi Niat: Kunci Keberkahan Setiap Amal
Sementara itu, di lokasi lain yaitu Masjid Darurrahman, Kelurahan Kota Baru, khutbah Jumat disampaikan oleh Ustadz Dr. Agus. Ia memfokuskan pembahasannya pada tema dasar namun sangat mendasar dalam ajaran Islam, yaitu “Urgensi Niat dalam Pelaksanaan Ibadah”.
Ustadz Dr. Agus menjelaskan bahwa niat adalah pembeda utama antara ibadah dan kebiasaan biasa, serta penentu diterima atau tidaknya amal perbuatan di sisi Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa segala perbuatan manusia tergantung pada niatnya, sebagaimana tertuang dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi landasan utama dalam beramal.
“Seringkali kita melaksanakan ibadah, baik itu salat, puasa, sedekah, maupun aktivitas keseharian lainnya, namun melupakan esensi niat yang benar. Niat yang tulus karena Allah akan mengubah pekerjaan duniawi sekalipun menjadi ibadah yang bernilai pahala. Sebaliknya, ibadah yang dilakukan tanpa niat yang lurus atau karena ingin dipuji orang lain, tidak akan mendapatkan keberkahan,” tegasnya.
Ia berharap, setelah mendengarkan khutbah ini, jamaah lebih memperhatikan dan meluruskan niat dalam setiap langkah kehidupan, agar setiap amal yang dilakukan bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan.
Silaturahmi dan Edukasi Umat
Selain dua masjid tersebut, rombongan MUI Maluku Utara juga menyambangi Masjid At Tin di Kelurahan Bastiong dalam rangkaian safari Jumat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana silaturahmi antara ulama dan masyarakat, serta wadah untuk menyampaikan pandangan hukum Islam (fatwa) yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini