TERNATE – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Utara kembali melaksanakan kegiatan Safari Jumat. Pada kesempatan kali ini, kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, bertempat di Masjid Al Fatah, Kelurahan Makassar Barat, Kota Ternate.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MUI Maluku Utara untuk terus mendekatkan diri ke masyarakat, memperkuat pemahaman keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai luhur ajaran Islam di tengah kehidupan bermasyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ibadah shalat Jumat berjalan khidmat dengan khutbah yang disampaikan langsung oleh Muhammad Aziz, S.Pd.I., M.Pd., yang juga merupakan salah satu Pengurus MUI Maluku Utara.
Dalam Khutbahnya, Ustz Aziz mengangkat soal makna Idul Adha, dia memfokuskan penyampaiannya pada kisah agung pengorbanan Nabi Ibrahim A.S. dan putra tercinta beliau, Nabi Ismail A.S., serta apa saja pelajaran besar yang bisa diambil oleh kaum muslimin yang hidup di abad ini.
Dalam khutbahnya, Muhammad Aziz menjelaskan secara mendalam bahwa Idul Adha bukan sekadar tradisi menyembelih hewan kurban dan berbagi daging semata, melainkan momen sakral untuk mengenang kembali ketulusan, ketaatan, dan keikhlasan pengorbanan yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat menjalani ujian berat dari Allah SWT.
“Kisah Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putra kesayangannya, Nabi Ismail, semata-mata karena perintah Allah, dan kesiapan Nabi Ismail untuk menyerahkan jiwanya sebagai bukti kepatuhan kepada Allah dan kepercayaan penuh kepada ayahnya, adalah puncak dari makna pengorbanan dan keimanan. Inilah inti dari perayaan Idul Adha, yang sering kita sebut sebagai Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji,” ungkap Muhammad Aziz di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi Masjid Al Fatah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa nilai-nilai yang tercermin dari kisah tersebut sangat relevan dan mendesak untuk diterapkan kembali oleh umat Islam di abad ke-21 ini, di tengah berbagai tantangan dan ujian kehidupan yang semakin kompleks. Menurutnya, pengorbanan yang dimaksud dalam ajaran Islam tidak terbatas pada harta benda atau nyawa saja, tetapi juga meliputi pengorbanan keinginan pribadi, ego, kenyamanan, dan kepentingan sesaat demi mencapai ridha Allah SWT dan kebaikan bersama.
“Bagi kita yang hidup di zaman modern ini, pelajaran terbesar dari kisah Ibrahim dan Ismail adalah bagaimana kita menempatkan ketaatan kepada Allah di atas segalanya, serta memiliki keberanian berkorban demi kebenaran, persatuan, dan kesejahteraan umat. Di tengah perbedaan dan dinamika sosial saat ini, semangat kurban mengajarkan kita untuk saling berbagi, mengutamakan kepentingan bersama, dan mempererat persaudaraan ukhuwah islamiyah,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah Kelurahan Makassar Barat dan masyarakat Maluku Utara pada umumnya, agar menjadikan momen Idul Adha 1447 H nanti sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta memperbanyak amal saleh terutama pada memakmurkan masjid. Dalam khutbahnya juga dia menekankan bahwa ada milyaran manusia di alam kubur ingin kembali ke duni hanya untuk bersujud, namun hari ini kita liat masih banyak manusia yang enggan melaksanakan sholat 5 waktu. Lanjut dia dalam kehidupan sosial perlu di tingkatkan semangat berbagi dengan sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu, harus terus digalakkan agar rasa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap kokoh terjaga.
Kegiatan Safari Jumat ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari warga Kelurahan Makassar Barat. Kehadiran MUI Maluku Utara langsung di tengah masyarakat dinilai sangat positif karena mampu memberikan pencerahan pemahaman agama yang tepat, moderat, dan sesuai dengan tuntunan syariat, sekaligus mempererat hubungan antara ulama dan masyarakat.
Kegiatan ini di akhiri dengan foto bersama Imam dan BKM Masjid Al Fatah, Kalurahan Makassar Barat.