Acara ini menjadi wujud nyata kerja sama strategis antara MUI Maluku Utara dan RRI Ternate dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan, kebajikan, serta pesan-pesan kedamaian kepada masyarakat luas melalui siaran langsung dan kegiatan tatap muka. Hadir sebagai pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Ketua Umum MUI Maluku Utara, Dr. Samlan Hi Ahmad, M.Pd., dan Ketua Komisi Dakwah MUI Maluku Utara, Drs. Basyir Ishak, M.Pd.I.
Dalam penyampaiannya, Dr. Samlan Hi Ahmad menekankan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan berkurban hewan, melainkan momentum untuk menebar kebaikan seluas-luasnya, berbagi dengan sesama, dan memperkuat ikatan persaudaraan antarumat manusia. “Idul Adha mengajarkan kita tentang ketulusan berkorban, kepedulian kepada yang membutuhkan, dan persatuan. Nilai-nilai inilah yang harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun bangsa,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara menjaga kerukunan dan keamanan wilayah, mengingat keberagaman yang ada adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.
Sementara itu, Drs. Basyir Ishak dalam pemaparannya menyoroti pentingnya mempererat ukhuwah atau persaudaraan, baik ukhuwah islamiyah, wathaniyah, maupun basyariyah. Menurutnya, momen Idul Adha adalah waktu yang paling tepat untuk memperkuat hubungan antarwarga, saling menguatkan, dan bekerja sama dalam kebaikan. “Kerja sama antara MUI dan RRI Ternate ini adalah contoh nyata dari ukhuwah dalam berdakwah dan melayani masyarakat. Melalui media, pesan kebaikan bisa sampai ke seluruh pelosok daerah, menyentuh hati dan mengajak semua orang berbuat baik,” jelasnya.
Kegiatan Panggilan Jumat ini disiarkan secara langsung sehingga dengan dapat diikuti oleh masyarakat yang berada di berbagai wilayah di Maluku Utara, Masyarakat dapat bergabung melalui dialog interaktif dan dapat di nikmati pada rri.ac.id
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat menebar kebaikan dan mempererat ukhuwah yang ditekankan pada momen Idul Adha 1447 H nanti tidak hanya berhenti pada hari raya saja, tetapi menjadi budaya dan kebiasaan baik yang terus hidup di tengah masyarakat Maluku Utara, mewujudkan wilayah yang damai, aman, dan sejahtera.