Khutbah Jumat ; Agar Puasa Mewujudkan Taqwa Paripurna

- Pewarta

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.
اللهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلًا نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣ (اَلْبَقَرَةُ)

Alhamdulillâhi Rabbil ‘Âlamin, Segala puji bagi Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ yang telah menganugerahkan kita nikmat iman dan Islam, serta mempertemukan kita di tempat yang diberkahi ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Sebagai penyempurna rukun khutbah, saya selaku khatib tidak bosan-bosannya mengingatkan diri saya pribadi dan seluruh jamaah untuk selalu mengokohkan iman serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapus (kesalahan)nya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).

Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

“Dan berbekallah kalian, dan sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal” (QS. Al-Baqarah [2]: 197).

Allah juga berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Âli Imrân [3]: 102).

Sungguh takwa adalah benteng terakhir kita di tengah kehidupan akhir zaman saat ini. Dan sungguh, hanya dengan takwa kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Alhamdulillah, kita telah berada pada Jumat ke-2 Bulan Ramadhan 1447 H. Ramadhan adalah bulan yang senantiasa dirindukan. Bulan yang selalu diharap-harapkan kedatangannya. Bulan yang bahkan telah ditunggu-tunggu kehadirannya jauh-jauh hari sebelumnya. Tentu oleh siapa saja yang beriman, yang meyakini keutamaan dan keistimewaannya. Setidaknya, begitulah sikap generasi Muslim terdahulu. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, menukil pernyataan Mu’alla bin al-Fadhl, menggambarkan betapa kerinduan mereka terhadap Ramadhan sangat luar biasa. Dikatakan:

كَانُوا يَدْعُونَ اللَّهَ تَعَالَى سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ رَمَضَانَ، وَيَدْعُونَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَّبَّلَ مِنْهُمْ

”Mereka (generasi dulu) biasa berdoa kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Mereka pun berdoa enam bulan berikutnya agar amal-amal mereka diterima.” (Ibnu Rajab, Lathaa-if al-Ma’aarif, 1/58).

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dirindukan oleh generasi Muslim terdahulu, karena besarnya keutamaan yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan sabda Nabi ﷺ:

لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِي أَنْ يَكُونَ رَمَضَانُ سَنَةً كُلَّهَا

”Andai hamba-hamba Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ tahu keutamaan yang ada pada Bulan Ramadhan, umatku pasti berangan-angan agar Ramadhan itu terjadi sepanjang tahun.” (HR Ibnu Abi ad-Dunya; Ibnu Rajab, Lathaa-if al-Ma’aarif, 1/58).

Beliau ﷺ juga memberi kabar gembira bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan; siapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh merugi. Sabda Beliau:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ. فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ. تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةَ، وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ. لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan yang diberkahi (Ramadhan). Allah telah mewajibkan atas kalian puasa di dalamnya. Pada Bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu Neraka Jahim ditutup dan setan-setan dibelenggu. Di sisi Allah ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalang dari kebaikannya, sungguh dia merugi.” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i). Karena itu kaum Muslim dianjurkan bergembira dan saling mengucapkan selamat atas kedatangannya. Bahkan Rasulullah ﷺ sejak Rajab telah berdoa:

Baca Juga :  Sambut Bulan Suci Ramadhan 1445 H, Ketua MUI Maluku Utara Minta Masyarakat Jaga Kamtibmas

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

”Ya Allah, berkahilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban, serta sampaikanlah ke Bulan Ramadhan.” (Ibnu Rajab, Lathaa-if al-Ma’aarif, 1/58).

Imam Ibnu al-Jauzi bahkan menyatakan:

تَاللهِ لَوْ قِيْلَ لِأَهْلِ الْقُبُوْرِ تَمنَّوْا لَتَمَنَّوُا يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ

”Demi Allah, seandainya penghuni kubur diminta berangan-angan, niscaya mereka berharap bisa bertemu Ramadhan walau hanya satu hari.” (Ibnu al-Jauzi, At-Tabshirah, 2/78).

Ramadhan hadir membawa harapan besar: ampunan, perubahan, dan kebangkitan jiwa menuju ketakwaan. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

”Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah [2]: 183).

Namun takwa yang Allah kehendaki bukanlah takwa sesaat atau musiman yang hanya hidup di bulan Ramadhan lalu padam setelahnya, melainkan takwa yang terus menyala hingga akhir hayat. Karena itu Allah menegaskan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 102).

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Takwa adalah inti dari seluruh amal seorang Muslim, sebab dengannya seseorang menjaga hubungan dengan Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ dan menata seluruh hidupnya dalam ketaatan. Para Sahabat memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang takwa. Di antara definisi indah tentang takwa adalah yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ’anhu:

التَّقْوَى: الخَوْفُ مِنَ اْلجَلِيْلِ؛ وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ؛ وَالْقَنَاعَةُ بِالْقَلِيْلِ؛ وَاْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ

“Takwa adalah (1) Takut kepada Zat Yang Mahaagung, (2) Mengamalkan wahyu (al-Qur’an), (3) Merasa cukup dengan yang sedikit, dan (4) Mempersiapkan bekal untuk hari perjalanan (akhirat)” (Muhammad Shaqr, Dalîl al-Wâ’izh, 1/546). Salah satu tanda penting takwa adalah mengamalkan al-Qur’an, bukan hanya sebagian, tetapi secara utuh. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman:

اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍۚ فَمَا جَزَاۤءُ مَنْ يَّفْعَلُ ذٰلِكَ مِنْكُمْ اِلَّا خِزْيٌ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يُرَدُّوْنَ اِلٰٓى اَشَدِّ الْعَذَابِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

”Apakah kalian mengimani sebagian al-Kitab dan mengingkari sebagian yang lain? Tidak ada balasan bagi siapa saja yang melakukan tindakan demikian, kecuali kehinaan dalam kehidupan di dunia, sementara di akhirat dia dilemparkan ke dalam azab yang sangat keras. Allah tidak lengah terhadap apa saja yang kalian kerjakan.” (QS. al-Baqarah [2]: 85).

Karena itu seorang Muslim tidak berhak membeda-bedakan hukum Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ. Semua hukum wajib diterima dan ditaati, tidak boleh hanya mengambil ibadah seperti shaum dan shalat tetapi menolak hukum Allah dalam muamalah, pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial, termasuk hudud. Islam wajib dijalankan secara total, bukan sepotong-sepotong. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ menegaskan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu adalah musuh nyata bagi kalian.” (QS. al-Baqarah [2]: 208).

Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh,
Ramadhan adalah madrasah takwa, namun shaum Ramadhan dapat menjadi sia-sia jika dijalani tanpa kesungguhan dan tanpa meninggalkan dosa serta kemaksiatan. Rasulullah ﷺ mengingatkan:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ

”Betapa banyak orang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali laparnya saja.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Bahkan beliau ﷺ menegaskan siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta (keji), maka Allah tidak butuh upayanya dalam meninggalkan makan dan minumnya, sebagaimana sabda Beliau:

مَن لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ والعَمَلَ بِهِ، فليسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ في أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ

Baca Juga :  Kurma RRI Ternate Bahas Hikmah dan Keamanan Olahraga saat Puasa

”Siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta (keji), maka Allah tidak butuh upayanya dalam meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. al-Bukhari).

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menahan diri dari segala maksiat: menjaga lisan, tangan, dan hati, serta meninggalkan transaksi haram dan segala bentuk kezaliman. Termasuk kezaliman terbesar adalah enggan berhukum dengan hukum Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ, sebagaimana firman-Nya:

وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

“Siapa yang tidak berhukum dengan wahyu Allah, mereka itulah orang-orang zalim” (QS. al-Mâ’idah [5]: 45). Bahkan Allah melarang condong kepada orang-orang zalim:

وَلَا تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ

“Janganlah kalian condong kepada orang-orang zalim, nanti kalian disentuh api neraka.” (QS. Hûd [11]: 113). Sebaliknya, takwa paripurna menuntut kita berpihak kepada keadilan, sebagaimana firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

”Sesungguhnya Allah menyuruh (kita) berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kerabat; serta melarang dari perbuatan keji, mungkar dan lalim.” (QS. an-Nahl [16]: 90).

Karena itu marilah kita isi Ramadhan dengan amal kebajikan, memperbanyak al-Qur’an, majelis ilmu, sedekah, kepedulian sosial, dakwah, serta bersungguh-sungguh memperjuangkan syariah Allah dalam seluruh aspek kehidupan, sambil meninggalkan seluruh dosa, baik besar maupun kecil, semoga Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ menjadikan kita hamba-hamba yang benar-benar bertakwa. WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.

Sebagai penutup, mari kita akhiri khutbah ini dengan berdoa bersama. Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan lahir dan batin, serta keberkahan dunia dan akhirat. Semoga Allah memberi kita hidayah, inayah, dan kekuatan, sehingga kita dapat menjadi bagian dari para dai yang selalu bersungguh-sungguh menegakkan syariat Islam secara kaffah, meneladani Nabi Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam hingga akhir hayat dalam keadaan husnul khâtimah. Âmîn yâ Rabbal-‘âlamîn. []

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ؛ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُواللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي، وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءَ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُهْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ وَصَلِيْبِيِّيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَرَأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَاِشْتِرَاكِيِّيْنَ وَشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ. اَللّٰهُمَّ نَجِّ إِخْوَانَنَا الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي فَلَسْطِيْنَ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ عَلَى أَعْدَائِهِمْ.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ بِإِقَامَتِهَا بِإِذْنِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَاْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Loading

Berita Terkait

‘Kurma’ bahas Ramadhan dan Keharmonisan Keluarga
Ketua MUI Maluku Utara Isi Kultum Usai Sholat Dzuhur di Masjid IAIN Ternate
Kisah Unik Ramadhan (Kurma) Bahas Pentingnya Sahur dan Berbuka Sebagai Sunnah
Tausiyah MUI atas Penyerangan Isr4el-4merika terhadap Iran
Kurma ‘Kisah Unik Ramadhan’ Kupas Tuntas Adab Bermedia Sosial di Bulan Suci
Kurma ‘Kisah Unik Ramadhan’: Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Sahur dan Tarawih
MUI Maluku Utara dan RRI Cabang Ternate Jalin Kerjasama, Siarkan Acara Kurma Bertema “Ramadhan dan Kesabaran”
Acara Kurma Bertema Keutamaan Datangnya Bulan Suci Ramadhan Disiarkan Langsung oleh RRI Pro 1 Ternate

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:32 WIT

‘Kurma’ bahas Ramadhan dan Keharmonisan Keluarga

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:16 WIT

Ketua MUI Maluku Utara Isi Kultum Usai Sholat Dzuhur di Masjid IAIN Ternate

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:40 WIT

Kisah Unik Ramadhan (Kurma) Bahas Pentingnya Sahur dan Berbuka Sebagai Sunnah

Senin, 2 Maret 2026 - 06:28 WIT

Tausiyah MUI atas Penyerangan Isr4el-4merika terhadap Iran

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:41 WIT

Khutbah Jumat ; Agar Puasa Mewujudkan Taqwa Paripurna

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:08 WIT

Kurma ‘Kisah Unik Ramadhan’: Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Sahur dan Tarawih

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:08 WIT

MUI Maluku Utara dan RRI Cabang Ternate Jalin Kerjasama, Siarkan Acara Kurma Bertema “Ramadhan dan Kesabaran”

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:23 WIT

Acara Kurma Bertema Keutamaan Datangnya Bulan Suci Ramadhan Disiarkan Langsung oleh RRI Pro 1 Ternate

Berita Terbaru

Berita

‘Kurma’ bahas Ramadhan dan Keharmonisan Keluarga

Kamis, 5 Mar 2026 - 07:32 WIT

breaking news

Khutbah Jumat ; Agar Puasa Mewujudkan Taqwa Paripurna

Jumat, 27 Feb 2026 - 07:41 WIT